Selasa, 03 Mei 2016

BAB I
PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang
Dalam mengolah data seorang peneliti akan selalu berkepentingan menentukan hubungan antara dua atau lebih peubah. Hubungan tersebut mungkin renggang, seperti dalam asosiasi, atau mungkin pula erat. Pada satu pihak, dua peubah mungkin bebas satu sama lain. Dalam keadaan seperti itu, korelasinya nol. Pada pihak yang lain, kedua peubah bergantung sepenuhnya pada yang lain. Bila hubungan kedua peubah tersebut linier (keduanya disebut kolinier) maka harga mutlak korelasinya satu.
Dalam asosiasi kita hanya memasangkan nilai x dengan nilai y tanpa mempersoalkan bentuk hubungan tersebut. Hubungan seperti ini merupakan yang terlemah. Dalam penelitian, orang biasa bekerja menggunakan model, suatu hubungan fungsional antara peubah. Dengan model itu kita berusaha memahami, menerangkan, mengendalikan dan kemudian memprediksikan kelakuan sistem yang kita teliti. Di sini digunakan istilah memprediksi dan bukan meramalkan. Prediksi mempunyai arti yang khusus, yaitu inter atau ekstrapolasi. Model juga menolong peneliti dalam menentukan hubungan kausal (sebab akibat) antara dua atau lebih peubah.
 Karena itu untuk mempermudah dalam melakukan penghitungan suatu kejadian maka dapat digunakan salah satu metode analisis dalam ilmu statistika yaitu analisis regresi linier sederhana.
1.2              Rumusan Masalah
1)   Apa pengertian dari regresi linier sederhana?
2)   Hal-hal apa saja yang harus di penuhi dalam melakukan analisis Regresi?
3)   Bagaimana langkah-langkah mencari analisis regresi linear sederhana?
4)  Persamaan dan interpretasikan Setiap hasil yang diperoleh?
1.3              Tujuan
1)   Memberikan informasi dan wawasan mengenai apa itu analisis regresi linier sederhana.
2)   Mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel dengan skala-skala tertentu dalam regresi linear sederhana.
3)   Mengetahui perenan variabel-variabel dalam analisis regresi linier sederhana.



BAB II
PEMBAHASAN
2.1              Pengertian Regresi Linier Sederhana
Analisis regresi merupakan metode statistika yang amat banyak digunakan dalam peneltian. Istilah regresi pertama kali diperkenalkan oleh Sir Francis Galton pada tahun 1886. Galton menemukan adanya hubungan bahwa orang tua yang memeliki tubuh tinggi memiliki anak-anak yang tinggi pula, orang tua yang pendek memiliki anak-anak yang pendek pula. Kendati demikian ia mengamati bahwa adanya kecenderungan tinggi anak, cenderung bergerak menuju rata-rata tinggi populasi secara menyeluruh. Dengan kata lain, ketinggian anak yang amat tinggi atau orang tua yang amat pendek cenderung bergerak kearah tinggi populasi (Hutami, 2014).
Dalam regresi linier sederhana, metode yang biasa digunakan dalam mengestimasi parameter regresi adalah metode kuadrat terkecil atau Ordinary Least Squares (OLS). Konsep metode ini adalah untuk mengestimasi parameter dengan memilih garis regresi yang terdekat dengan garis dari semua data. Secara matematika penentuan parameter regresi ini dengan cara meminimumkan jumlah kuadrat dari residualnya (Walpole, 1986).
Secara umum regresi adalah studi mengenai ketergantungan satu variabel (variabel tak bebas/ variabel respon) dengan satu atau lebih variabel bebas/ variabel penjelas. Hasil dari analisi regresi merupakan suatu persamaan, yaitu persamaan matematika. Persamaan tersebut digunakan sebagai prediksi. Dengan demikian analisis regresi sering disebut dengan analisis prediksi. Karena merupakan prediksi, maka nilai prediksi tidak selalu tepat dengan nilai realnya, semakin kecil tingkat penyimpangannya antar prediksi dengan nilai riilnya, maka semakin tepat persamaan regresi yang dibentuk (Hutami, 2014).
Analisis regresi dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu analisis regresi sederhana (analisis regresi tunggal) dan analisis regresi ganda. Regresi sederhana dimaksudkan untuk menganalisis hubungan antara satu variabel bebas (X) dengan satu variabel terikat (Y). Regresi  berganda digunakan untuk analisis hubungan dua atau lebih variabel bebas (misalnya X1 dan X2) dengan satu variabel terikat (Y) (Hutami, 2014).
2.2              Asumsi Penggunaan Regresi
Menurut Sarwono (2009), penggunaan analisis regresi sederhana didasarkan pada asumsi di antaranya sebagai berikut:
·         Model regresi harus linier dalam parameter.
·         Variabel bebas tidak berkorelasi dengan disturbance term (Error).
·         Nilai disturbance term sebesar 0 atau dengan simbol sebagai berikut : (E (U/X) = 0.
·         Varian untuk masing-masing error term (kesalahan) konstan.
·         Tidak terjadi otokorelasi.
·         Model regresi dispesifikasi secara benar. Tidak terdapat bias spesifikasi dalam model yang dugunakan dalam analisis empiris.
·         Jika variabel bebas lebih dari satu, maka antara variabel bebas (explanatory) tidak ada hubungan linier yang nyata.

2.3              Kasus
Seorang mahasiswa bernama Hermawan ingin meneliti tentang pengaruh biaya promosi terhadap volume penjualan pada perusahaan jual beli motor. Dengan ini di dapat variabel dependen (Y) adalah volume penjualan dan variabel independen (X) adalah biaya promosi. Dengan ini Hermawan menganalisis dengan bantuan program SPSS dengan alat analisis regresi linear sederhana. Data-data yang di dapat ditabulasikan sebagai berikut:
Nomor
Biaya Promosi
Volume Penjualan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
12,000
13,500
12,750
12,600
14.850
15,200
15,750
16,800
18,450
17,900
18,250
16,480
17,500
19,560
19,000
20,450
22,650
21,400
22,900
23,500
56,000
62,430
60,850
61,300
65,825
66,354
65,260
68,798
70,470
65,200
68,000
64,200
65,300
69,562
68,750
70,256
72,351
70,287
73,564
75,642
Gambar 2.2.1 (Tabel Data kasus)





2.4              Penyelesaian
2.4.1        Menganalisis Data di SPSS
Langkah-langkah dalam menganalisis data di SPSS untuk analisis regresi linier sederhana adalah sebagai berikut :
a)   Membuka program SPSS
Gambar 2.4.1.1 (Program SPSS)
b)   Memasukkan variabel di variable view
Gambar 2.4.1.2 (Variable view)
c)   Memasukkan data pada data view
Gambar 2.4.1.3 (Data View)
d)  Memilih menu analyze kemudian pilih regression, baru klik linear
Gambar 2.4.1.4 (Menu Analyze)
e)   Pada linear regression memasukkan biaya promosi pada kolom independentcdan volume penjualan pada kolom dependent.
Gambar 2.4.1.5 (Linear regression)
f)    Memilih options dan memilih stepping method criteria, masukkan angka 0,05 pada kolom entry lalu pada pilihan missing values, cek exclude cases listwise, lalu continue
Gambar 2.4.1.6 (linear regression options)
g)   Memilih statistic, lalu pada pilihan regression coefficient pilih estimate, model fit dan descriptive. Pada pilihan residual, pilih case wise diagnostics dan cek All cases dan continue
Gambar 2.4.1.7 (linear regression statistics)
h)   Memilih plot, mengisi kolom X dengan pilihan ZPRED dan kolom Y dengan SDRESID, lalu next
Gambar 2.4.1.8 (linear regression plot)
i)     Mengisi kembali kolom Y dengan ZPRED dan kolom X dengan DEPENDENT, cek normal probalility plot lalu continue. Klik Ok.
Gambar 2.4.1.9 (linear regression plot)






2.4.2        Hasil Output dan Interpretasi
Descriptive Statistics

Mean
Std. Deviation
N
Volume Penjualan
67.01995
4.727826
20
Biaya Promosi
17.57450
3.504362
20
Gambar 2.4.2.1 ( Tabel Descriptive Statistics)
                        Intrerpretasi:
Rata-rata volume penjualan ialah sebesar 67,01995 dan rata-rata biaya produksi sebesar 17,57450 selama satu bulan. Standar deviasi variabel volume penjualan ialah sebesar 4,727826 sedang untuk variabel biaya produksi sebesar 3,504362.
Correlations

Volume Penjualan
Biaya Promosi
Pearson Correlation
Volume Penjualan
1.000
.933
Biaya Promosi
.933
1.000
Sig. (1-tailed)
Volume Penjualan
.
.000
Biaya Promosi
.000
.
N
Volume Penjualan
20
20
Biaya Promosi
20
20
Gambar 2.4.2.2 (Tabel Correlations)
                        Interpretasi :
Hubungan antara variabel biaya produksi dan volume penjualan ialah 0,933. Artinya hubungan kedua variabel tersebut sangat kuat. Korelasi positif menunjukkan bahwa kedua variabel searah. Artinya jika biaya produksi besar, maka volume penjualan juga akan meningkat. Sedangkan hubungan antara variabel biaya produksi dan volume penjualan signifikan jika dilihat dari angka signifikasi (sig) sebesar 0.000 yang lebih kecil dari 0,05. Ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kedua variabel tersebut.
Variables Entered/Removeda
Model
Variables Entered
Variables Removed
Method
1
Biaya Promosib
.
Enter
a. Dependent Variable: Volume Penjualan
b. All requested variables entered.
Gambar 2.4.2.3 (Tabel Variables Entered/Removed)
Interpretasi :
Hanya ada variabel yang akan dianalisis yang dimasukkan dan tidak ada variabel yang dikeluarkan karena menggunakan metode “enter”
Model Summaryb
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1
.933a
.870
.863
1.750353
a. Predictors: (Constant), Biaya Promosi
b. Dependent Variable: Volume Penjualan
Gambar 2.4.2.4 (Tabel Model Summary)
Interpretasi :
Angka R square atau koefisien determinasi (angka korelasi yang dikuadratkan atau 0,9332) sebesar 0,870 atau sama dengan 93,3%. Angka tersebut berarti bahwa sebesar 93,9% volume penjualan yang dihasilkan dapat dijelaskan dengan menggunakan biaya produksi . sedangkan sisanya yaitu 6,1% harus dijelaskan oleh factor penyebab lain. Besarnya standar error of the Estimate (SEE) ialah 1.750353 untuk volume penjualan. Jika angka tersebut dibandingkan dengan angka standar devisiasi (STD), sebesar 4,727826, maka angka SEE ini lebih kecil. Ini berarti angka SEE ini baik dijadikan angka predictor dalam menentukan besarnya volume penjulan.

ANOVAa
Model
Sum of Squares
Df
Mean Square
F
Sig.
1
Regression
369.547
1
369.547
120.620
.000b
Residual
55.147
18
3.064


Total
424.694
19



a. Dependent Variable: Volume Penjualan
b. Predictors: (Constant), Biaya Promosi
Gambar 2.4.2.5 (Tabel ANOVA)
Interpretasi :
Uji ANOVA menghasilkan angka F sebesar 120.620 dengan tingkat signifikasi (angka probabilitas) sebesar 0,000. Karena angka probabilitas 0,000 < 0,05. Model regresi ini sudah layak untuk digunakan dalam memprediksi variabel tergantung, maka angka signifikasi (sig) harus <dari 0,05.
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t
Sig.
B
Std. Error
Beta
1
(Constant)
44.903
2.052

21.888
.000
Biaya Promosi
1.258
.115
.933
10.983
.000
a. Dependent Variable: Volume Penjualan
Gambar 2.4.2.6 (Tabel Coefficients)
                        Interpretasi :
·         Persamaan regresinya adalah :
Y = a + bX
Dimana :
Y :  volume penjualan
X : biaya produksi
·         a = angka konstan dari Unserstandardized coefficient pada kasus ini sebesar 44,903. Angka ini berupa angka konstan yang mempunyai  arti : jika tidak ada tambahan satu penjualan motor, maka biaya produksi tidak langsung akan berkurang sebesar 44,903.
·         b = angka koefisien regresi sebesar 1,258. Angka tersebut berarti bahwa setiap penambahan 1 biaya promosi, maka volume penjualan akan meningkat sebesar 1,258.
·         Oleh karena itu, persamaannya menjadi:
Y = 44,903 + 1,258 X
Residuals Statisticsa

Minimum
Maximum
Mean
Std. Deviation
N
Predicted Value
60.00451
74.47712
67.01995
4.410198
20
Std. Predicted Value
-1.591
1.691
.000
1.000
20
Standard Error of Predicted Value
.391
.784
.537
.139
20
Adjusted Predicted Value
60.65968
74.18503
67.04452
4.371980
20
Residual
-4.004507
2.752749
.000000
1.703669
20
Std. Residual
-2.288
1.573
.000
.973
20
Stud. Residual
-2.531
1.616
-.007
1.031
20
Deleted Residual
-4.902560
2.905493
-.024567
1.915486
20
Stud. Deleted Residual
-3.066
1.698
-.025
1.118
20
Mahal. Distance
.000
2.859
.950
.984
20
Cook's Distance
.000
.719
.064
.157
20
Centered Leverage Value
.000
.150
.050
.052
20
a. Dependent Variable: Volume Penjualan
Gambar 2.4.2.8 (Tabel Residuals Statistics)
Interpretasi :
Dari data tersebut maka nilai minimum volume penjualan, yaitu sebesar 60,00451, nilai maksimumnya adalah 74,4471. Rata-rata volume penjualan sebesar 67.0199.
Gambar 2.4.2.9 ( Grafik Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual)
Interpretasi :
Grafik diatas menunjukkan pemenuhan persyaratan normalitas sebaran data, yaitu jika residual berasal dari distribusi normal, maka nilai-nilai sebaran data akan berada pada area di sekitar garis lurus. Dari perhitungan pada grafik menunjukkan bahwa sebaran data berada pada posisi disekitar garis lurus yang membentuk garis miring dari arah kiri ke bawah ke kanan atas. Oleh Karena itu persyaratan normalitas sudah dipenuhi.


















BAB III
PENUTUP
3.1.            Kesimpulan
Analisis regresi merupakan metode statistika yang amat banyak digunakan dalam peneltian. Konsep metode ini adalah untuk mengestimasi parameter dengan memilih garis regresi yang terdekat dengan garis dari semua data. Secara matematika penentuan parameter regresi ini dengan cara meminimumkan jumlah kuadrat dari residualnya.
3.2.            Saran

Dalam mempelajari SPSS utamanya analisis regresi linier sebaiknya mahasiswa lebih memahami penggunaan aplikasi tersebut  agar dapat di aplikasikan dalam suatu hasil penelitian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar